Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Ketika remaja, orang bermimpi untuk segera menikah dengan pasangan yang diidam-idamkan. Namun, tidak semua mewujudkan impian untuk menikah dengan berbagai alasan. Bahagiakah mereka?

Bagi banyak orang, menikah merupakan suatu panggilan mulia. Di dalamnya ada cinta sekaligus tanggung jawab terhadap orang yang dicintai. Dalam pernikahan, seseorang menyatukan diri dengan seorang lawan jenis yang menjadi pilihannya untuk mencapai kebahagiaan bersama.

Pernikahan idealnya merupakan sebuah muara dari sungai cinta/kasih sayang dan paduan komitmen antardua individu yang berbeda jenis. Dengan demikian, perkawinan dapat diharapkan menjadi tumpuan kebahagiaan bagi pasangan yang menjalaninya.

Namun, sayang sekali, tidak semua orang dapat merealisasikan keinginannya untuk menikah dengan orang yang dicintai. Sebagian dari mereka tetap melajang dan sebagian lainnya akhirnya menikah dengan berbagai alasan: mengikuti kehendak orangtua, demi status, demi kesejahteraan fisik (materi), dan lain-lain.

Sebagian orang lainnya tidak menemukan daya tarik nyata dari pernikahan. Bagi mereka, pernikahan lebih merupakan serentetan tanggung jawab, bahkan mungkin merupakan serentetan persoalan.

Apabila demikian, pernikahan ibarat kontrak yang tidak menarik untuk dijalani. Mereka yang berpandangan negatif seperti itu sejak awal sebelum menikah tentu saja cenderung memilih untuk tidak menikah.

Anehnya, mereka yang memilih tetap melajang pada kenyataannya juga tidak selalu tenang menikmati masa-masa melajang. Banyak di antara mereka mengalami keraguan pada usia matang, menjelang 30 hingga 40 tahunan, bertanya-tanya mengenai pilihannya sendiri: benarkah tidak perlu menikah?

PENTINGNYA edukasi atau pendidikan tentang seksualitas khususnya bagi kalangan remaja memang tak terbantahkan lagi. Derasnya arus informasi telah menyebabkan orang tua sulit lagi menahan atau membatasi anak-anaknya dari akses informasi termasuk perihal seksualitas.

Oleh karena itulah, edukasi soal seks kini telah mulai diupayakan untuk menjadi bagian dari pendidikan sekolah, meskipun belum bisa menjadi bagian kurikulum. Berkat inisiatif serta dorongan sejumlah lembaga nirlaba, sekitar 20 Sekolah Menengah Atas (SMA) di lima wilayah Jakarta telah menjadikan edukasi seks sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang digelar secara rutin setiap pekannya.

Seperti diugkapkan Direktur Mitra INTI Foundation, Laily Hanifah M.Kes, pihaknya bersama dengan beberapa lembaga non profit lainnya telah berhasil melobi serta mendesak beberapa sekolah menggelar pendidikan seks sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

“Ada empat sekolah di tiap wilayah di Jakarta yang telah berinisiatif menjadikan pendidikan seks sebagai bagian ekstrakurikuler. Di antara mereka ada yang sudah mulai, sebagian lain masih dalam persiapan untuk mulai,” papar Laily di sela-sela talkshow “Seksualitas di Indonesia : Tabu atau Perlu?” dan acara peluncuran Buku Kesproholic di Jakarta, Kamis (10/7). .

Untuk saat ini, lanjutnya, pendidikan seks sebagai memang belum memungkinkan untuk menjadi bagian kurikulum sekolah menengah mengingat padatnya jadwal serta beban pelajaran. Laily juga menyesalkan pihak pemerintah yang seperti menutup mata terhadap pentingnya pendidikan seks menjadi bagian dari pelajaran di sekolah-sekolah.

“Padahal edukasi seks jelaslah sangat penting mulai SD hingga perguruan tinggi Kenapa pemerintah seperti tidak bertindak apapun. Seharusnya pemerintah yang punya power lebih gencar dalam hal ini. Oleh karena itulah, menjadikannya sebagai kegiatan ekstrakurikuler merupakan langkah awal. Yang penting, ada komitmen dari pihak sekolah dan pendidikan seks di sekolah. Yang memberi materi juga sebaiknya guru sekolah masing-masing supaya berkesinambungan,” tambahnya

Bila pilot project ini berhasil, lanjut Laily, diharapkan pemerintah akan semakin terbuka mata. Dengan begitu, pendidikan seks diharapkan akan menjadi mata pelajaran di seluruh sekolah di masa mendatang.

Sumber : kompas.com

Aku sendiri gak tau artinya First Love>>>????
Kebanyakan orang sich menganggap first love yaitu sesuai artinya,,,, cinta pertama…

Jika memang cinta pertama???? Apa bedanya dengan cinta monyet???? Jika beda, duluan mana antara cinta pertama dengan cinta monyet????
Aku bingung mana cinta pertamaku>>>?????? Dan mana cinta monyet itu???
Menurutku cinta pertama itu dimana awal dari pertama kalinya aku jatuh cinta ma seorang cewek,,,, dan saat itu aku duduk di bangku SD, waktu itu ada seorang cewek yang perhatian ma aku>>> dia pintar, cantik, dan soleha…. dia selalu mengajariku disaat aku gak bisa, dan akupun mengajarinya disaat dia gak bisa>>>> waktu ku sakit, dia perhatian banget…. dan saat itupun aku jatuh cinta ma dia,,, katakan saja namanya si R (karena nama depannya berhuruf R) dia cinta pertamaku,,,, tapi aku gak pernah ngungkapin perasaanku,,, maklum, saat SD aku pemalu,,,waktu terus berjalan,,,hingga akupun beranjak SMA, sejak lulus SD, aku jarang bertemu dengannya, meskipun si R itu 1 desa denganku, tapi kita gak pernah bertemu, karena beda SMP,,, di senggang waktu,,, aku kangen ma dia>>> tapi akupun gak tau,,, apa dia kangen ma aku>>>>waktu SMA,,, aku sering ketemu dia,,, karena dia skul di SMADA, aku dah merasa dewasa,, aku coba nembak dia,,,, meski agak gugup,,, (maklum, selama SMP aku gak pernah pacaran,,, Cuma fokus sama pelajaran,,,,) waktu aku nyata’in cinta ma dia,,, dia bingung bilang apa???? Ternyata si R itu menolak aku,,, dengan alasan sungkan ma keluargaku,,,, dia begitu akrab ma keluargaku,,, dan dia menginginkan bersahabat,,, dengan besar hati,,, aku pun menerima keputusan dia,,, (meski agak sakit, sedih,, karena pertama kali nembak cewek,,, ech,,, di tolak) padahal dia itu cinta pertamaku……
Waktu terus berjalan,,, selang berganti,,,, akupun sedikit lupa ma si R,,, (wach,,,, ternyata Cinta Pertama bisa dilupakan yach>>>>) waktu terus berlalu,,, akupun udah ganti2 pacar,,, smpe suatu hari aku ketemu ma seorang cewek yang cuwek, jutek,,,, tapi dia tu cantik, baik, jujur, dan aku yakin dia tuch cewek yang setia,,, hari demi hari,,, akupun dekat ma dia,,, ngobrol, bercanda,,, dan pada suatu kesempatan,,, aku bilang lok aku cinta ma dia,,, dia bingung harus menjawab,,, tapi kita semakin akrab,,, gak tau kenapa,,, tiap hari aku merindukannya,,, waktu terus berjalan,,, dia tetep gak menjawab,,, entah dia cinta aku juga / gak>>> apa mungkin dia melihat aku lok aku lagi pacaran ma cewek lain>>> padahal cewek yang deket ma aku itu bukanlah pacarku,,, tapi kebanyakan orang menganggap aku pacaran,,, hingga akhirnya lulusan,,, aku sedih,,, tiap hari aku merindukannya,,,, selang waktu,,, aku pergi ke pantai ma dia,,,, aku bahagia banget,,,, akupun menanyakan tentang perasaanku itu,,, dia malah menjawab, kenapa kamu cinta ma aku??? Aku bicara jelasin panjang lebar,,, tapi dia Cuma tersenyum,,, sebelum pergi,,, dia memberiku sebuah gelang yang indah,,, buatan dia sendiri>>>> akupun menjaganya,,,,,,,,,
aku sedih,,, setelah dia pergi,,, akupun pergi ke bali,,, dan dia ada di surabaya,,,, tiap hari aku lalui,,, senggang waktu,,, aku menelponnya,,, aku gak tau dia sayang / gak ma aku,,, tapi perasaan mengatakan lok dia cinta ma aku,,,, akupun sealu mencintainya,,, hingga akhirnya aku kehilangan kontak dengan dia,,, >>>> saat itu,,, aku gak tau gmn kabarnya,,, aku sangat sedih,, sedih,,, terluka,,,, merasa kehilangan,,,(apakah ini disebut cinta sejati) yang kulihat hanya pemberian gelang bersama suratnya,,, saat rindu dia,,, gelang & suratnya aku baca,,, akupun terus menyimpannya,,, saat pulang ke jawa,,, tiba2 gelang itu hilang>>>> akupun menangis&merasa kehilangannya,,,, sampai saat itu rasa cinta kepadanya masih ada>>> hingga saat itu ada seorang cewek yang suka sama aku,,, akhirnya rasa cinta inipun aku pendam (berharap dia kembali) dan akupun menerima cinta cewek itu>>> aku pacaran Cuma 4 bulan putus,,, akupun sering berganti2 pacar,,, smpe 7 kali aku pacaran dengan waktu yang berbeda2,,,>>> 2 tahun terus berlalu,,, saat itu aku kerja di genteng di warnet,,,terkadang aku teringat ma dia aku sangat sedih>>> hingga akupun sering buat puisi,,,,hingga di akhir tahun 2009,,, aku sudah jomblo selama 2 bulan,,, akupun bingung,,,(maklum,,, biasa pacaran,,, tiba2 jomblo 2 bulan) di akhir 2009,,, akupun pindah kerja,,, di suatu sekolah setingkat SMP, yaitu di MTs. Saat itu aku gak buka Facebook 3 hari,,, untung aja di MTs ada koneksi internet,,, waktu itu malam aku kesana dan aku langsung buka Facebook,,, maklum,,, terbiasa membuka Facebook,,, 3 hari gak buka rasanya pegel2,,,
Waktu aku buka,,, aku kaget banget,,,, rasa seneng,,, sedih,,, bercampur,,, hingga akupun menangis,,,, aku gak menyangka,,,, orang yang udah 2 tahun lebih aku tunggu,,,, saat itu dia mengirim pesen ke aku>>>> aku merasa sangat bahagia,,, tapi juga sedih,,,, aku takut,,, saat itu dia udah menikah,,, tapi ternyata belum,,, hatiku terasa hangat,,,,waktu itupun aku seneng banget,,, plus kaget,,, karena tiba2 dia ada di hongkong>>>> ternyata saat itu dia menjawab cintaku,,,,,, dan meski jauh,,, aku tetep menunggunya,,,, aku gak mau kehilangan dia lagi>>> mungkin ini yang disebut cinta sejati>>>> akupun selalu bahagia menunggunya,,,, begitupun dia,,, dia sangat mencintaiku&sangat merindukanku……>>>>>

Jadi menurutku cinta pertama / first love itu ya hanya awalan dari perjalanan cinta>>>>>> dan bagiku hal yang biasa,,, meski terkadang sulit,,,, tapi bukanlah hal yang istimewa,,,, dan dengan kata lain,,, sama aja seperti cinta monyet,,,,

Tapi kalau cinta sejati,,, ya begitulah ceritaku,,, dimana aku sangat sulit melupakannya,,, bahkan meski berganti2 pacarpun,,,, aku tetep mencintainya,,,
Itulah pengertian versiku tentang Cinta pertama ( First Love) dan Cinta Sejati

Entah menurut teman semuanya, >>>>>>>>>

My Pictures