Tampilkan postingan dengan label stikom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stikom. Tampilkan semua postingan
STEECOMZ (BEM STIKOM BANYUWANGI) - Perkembangan TIK pada era global saat ini membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk lebih aktif dan kreatif dalam mengekspresikan dan mengembangkan diri, termasuk juga di dalamnya mahasiswa STIKOM PGRI Banyuwangi.

Salah satu sarana pengembangan diri generasi pemuda tersebut adalah dengan diadakannya kompetisi blog antar mahasiswa STIKOM PGRI Banyuwangi. Selain sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia, hal tersebut juga bisa dijadikan alternative media promo maupun hiburan.

Maksud dan tujuan diadakan kompetisi blog antar mahasiswa STIKOM PGRI Banyuwangi ini adalah :
- Mengenalkan dan mengembangkan teknologi informasi bagi mahasiswa dengan media blog.
- Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pemanfaatan TIK.
- Memberikan apresiasi terhadap kreatifitas mahasiswa di bidang IT.
- Membentuk komunitas teknologi informasi (IT community).
- Meningkatkan daya minat mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi informasi.
- Melatih mahasiswa untuk membangun wirausaha pada dunia internet.

In linguistics, an auxiliary (also called helping verb, helper verb, auxiliary verb, or verbal auxiliary, abbreviated AUX) is a verb functioning to give further semantic or syntactic information about the main or full verb following it. In English, the extra meaning provided by an auxiliary verb alters the basic meaning of the main verb to make it have one or more of the following functions: passive voice, progressive aspect, perfect aspect, modality, dummy, or emphasis.
In English, every clause has a finite verb which consists of a main verb (a non-auxiliary verb) and optionally one or more auxiliary verbs, each of which is a separate word. Examples of finite verbs include write (no auxiliary verb), have written (one auxiliary verb), and have been written (two auxiliary verbs). Many languages, including English, feature some verbs that can act either as auxiliary or as main verbs, such as be (“I am writing a letter” vs “I am a postman”) and have (“I have written a letter” vs “I have a letter”). In the case of be, it is sometimes ambiguous whether it is auxiliary or not; for example, “the ice cream was melted” could mean either “something melted the ice cream” (in which case melt would be the main verb) or “the ice cream was mostly liquid” (in which case be would be the main verb).
Functions of the English auxiliary verb
 

Jika anda ingin mendalami pemrograman menggunakan bahasa C, tidak ada salahnya jika anda mengetahui sejarah dan sedikit cerita mengenai pemrograman bahasa C. Berikut adalah sedikit tulisan yang aka menjabarkan mengenai bahasa C.
-         Bahasa C dikembangkan pertama kali pada laboratorium Bell (USA)
sekitar tahun 1972 oleh Dennis Ritchie pada komputer DEC PDP-11 dengan sistem operasi UNIX.
-         Beberapa versi C mulai dikembangkan oleh beberapa pakar untuk dijalankan pada sistem operasi selain UNIX, seperti PC-DOS dan MS-DOS.
-         Untuk melaksanakan pembakuan (standardisasi) terhadap bahasa C, ANSI (American National Standards Institute) membentuk team untuk membuat bahasa C standard ANSI, yang dimulai tahun 1983.   Standard ANSI inilah yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dari berbagai versi C yang beredar dewasa ini.
-         Bahasa C mempunyai kemampuan lebih dibanding dengan bahasa pemrograman yang lain. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman yang bersifat portabel, yaitu suatu program yang dibuat dengan bahasa C pada suatu komputer akan dapat dijalankan pada komputer lain dengan sedikit (atau tanpa) perubahan yang berarti.
-         Bahasa C merupakan bahasa yang biasa digunakan untuk keperluan pemrograman sistem, antara lain untuk membuat: assembler, interpreter, kompiler, sistem operasi, program bantu (utility), editor, dan paket program aplikasi
-         Beberapa program paket yang beredar seperti dBase dibuat dengan menggunakan bahasa C, bahkan sistem Operasi UNIX juga dibuat dengan menggunakan bahasa C.
-         Bahasa C sesungguhnya merupakan bahasa pemrograman yang serbaguna yang pemakaiannya tidak terbatas untuk pemrograman sistem, namun juga dapat digunakan untuk aplikasi bisnis, matematis maupun games, bahkan untuk aplikasi kecerdasan buatan.
-         Dalam beberapa literatur, bahasa C digolongkan sebagai bahasa aras menengah (medium level language).
-         Penggolongan ini bukan berarti bahasa C kurang ampuh atau lebih sulit dibandingkan dengan bahasa aras tinggi (high level language, seperti Pascal, Basic, Fortran, dll), namun untuk menegaskan bahwa bahasa C bukanlah bahasa yang berorientasi pada mesin (yang merupakan ciri bahasa aras rendah (low level language), yaitu bahasa mesin dan assembly).
-         Pada kenyataannya, C mengkombinasikan elemen dalam bahasa aras tinggi dan bahasa aras rendah, yaitu kemudahan dalam membuat program yang ditawarkan pada bahasa aras tinggi dan kecepatan eksekusi dari bahasa aras rendah.

Kelebihan dan kelemahan bahasa C
Bahasa C mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan bahasa pemrograman yang lain, yaitu: – C mempunyai operator yang lengkap untuk memanipulasi data.

kumpulan materi stikom smester 1
buat teman-teman mahasiswa sekalian, saya sekedar share dan berbagi atas apa yang saya dapatkan pada perkuliahan di stikom, agar teman sekalian juga tidak ketinggalan dalam materi perkuliahan, dikala tidak dapat masuk. dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada dosen dosen stikom yang bersedia untuk saya mintai datanya, terima kasih.

PTI Pertemuan I Pend_Agama (P. Arifi) manajemen umum LANGUAGE__SENTENCE

untuk sisanya, nanti saya update lagi, terima kasih. dan temen temen sekalian ingin menambahkan, silahkan hubungi saya. terima kasih              
                                     

My Pictures